Saat Tuhan Menciptakan Malaikat yang Kita panggil ‘Ibu’

0

Pertama sekali, Tuhan menciptakan lelaki pertama yang kemudian menjadi bapak dari segala bapak umat manusia. Kemudian tibalah giliran untuk mencipta pendampingnya, seorang perempuan yang kelak menjadi ibu.Tuhan berpikir lama, lebih lama daripada penciptaan manusia sebelumnya. Melihat itu, kemudian malaikat datang menanyakan, kenapa butuh waktu yang sangat lama untuk berpikir.

“Tidakkah kau lihat perincian yang harus dipenuhi, untuk mencpta seorang perempuan. Kelak ia akan menjadi ibu, dari rahimnya akan lahir umat manusia dan peradaban” Tuhan menjawab kebingungan malaikat.

  1. Ibu haruslah water proof, tapi bukan terbuat dari plastik
  2. Haruslah kuat, tapi tetap lentur dan tidak mudah capai
  3. Dengan sedikit teh manis dan makanan seadanya, ia harus bisa melayani dan mencukupi kebutuhan anak-anaknya
  4. Memiliki dua telinga, namun harus mendengar semua keluh kesah anak-anknya
  5. meiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya
  6. lidah yang manis utnuk merekatkan hati yang patah, mempertemukan pendapat yang berseberangan
  7. serta enam pasang tangan, ia haruslah bisa mengerjakan banyak pekerjaan sekali waktu. Ia butuh 6 tangan, karena pekerjaannya sangat repot
  8. Tiga pasang mata, satu pasang mata yang bisa melihat tembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya “apa yang kamu lakukan?” padahal mata yang lainnya sudah mengetahui jawaban pastinya. Sepasang mata di bekalang kepala, sehinggga ia tahu apa yang terjadi di belakang tanpa harus menoleh, dan sepasang mata yang mampu menembus ke mata hingga ke hati dan bertanya “Sayang, kamu kenapa?”
  9. Selanjutnya, ia haruslah mampu menyembuhkan diri sendiri saat sakit, ia haruslah mandiri
  10. Ia harus bisa membagi adil 1,5 ons daging untuk 6 angota keluarganya
  11. Hatinya selembut salju tapi sekaligus sekuat baja
  12. Kesabarannya harus jadi perhatian utama, ia harus mampu menyuruh mandi anak bocahnya ketika anaknya tak ingin mandi. Menyuapi anaknya yang bahkan menggeleng saat disuapi.
Baca Juga :   Quote : " Jangan Rusak Anak dengan Persepsi Negatif Orang Tua"

“Apakah ia dapat berpikir” Malaikat bertanya.

“Tentu saja, ia dapat menerawang 5 langkah ke depan. Belajar dari beberapa langkah ke belakang, ia haruslah cerdas, ia harus mampu mampu memberi gagasan dan berkompromi” jawab Tuhan.

Malaikat manggut-manggut, ia seakan tidak percaya dengan semua persyaratan yang terlihat klise itu. Bagaimana mungkin sesuatu bisa sekuat baja namun harus lemah lembut seperti salju di saat yang lain.

Kemudian malaikat, melihat sesuatu yang jatuh mengalir di wajah ciptaan baru Tuhan tersebut. Ia pun bertanya karena keingintahuannya tersebut.

“Itu bukan kebocoran, itu adalah air mata. Air mata kesenangan, air mata kesediahan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggan, air mata yang bisa melelehkan hati sekeras baja sekalipun”

Baca Juga :   Ini yang Terjadi Kalau Ikan dipaksa Untuk Bisa Memanjat Pohon

“Tuhan memang ahlinya,” malaikat berkata pelan.

“Selamat hari Ibu untuk itu paling tangguh seluruh dunia”

Comments

comments

Share.

About Author

Undergraduated student from University of Indonesia. Tertarik pada ilmu perilaku dan manusia. Setiap manusia itu unik, hanya tak semua bisa mengerti dan menerima.

Comments are closed.