Kisah Lucu ‘Si Cadel” Melawan Bully Penjual Nasi Goreng

0

Si Cadel berusia belum genap 5 tahun. Suatu kali ia disuruh orang tuanya membeli nasi goreng di tukang nasi goreng gerobakan yang biasa lewat di jalanan depan ruamah. Si Cadel berangkat sendiri ke luar pagar diawasi ibunya di depan pintu.

Cadel : Bang beli Nasi Goleng Satu

Abang : Apa? (ngeledek)

Cadel : Nassi Golleng. Nasiiiiii Goleengggggg

Abang : ohhh Nasi Goleng

Si Anak merasa jengkel diledeki penjual nasi goreng. Ia berjanji dalam hati akan belajar melafalkan Nasi Goreng dengan benar. Semalaman ia mengulang-ulang pengucapan.

Besoknya, ia meminta ijin mamanya untuk membeli nasi goreng lagi. Kali ini ia tidak akan diledek tukang nasi goreng lagi. Ia tersenyum-senyum sendiri

Cadel : bang, beli Nasi Gorreng satu. dibungkus

Abang : oh, pakai apa?

Baca Juga :   Kisah Lucu Tukang Cukur dan Anak Kecil yang (dianggap) Bodoh

Cadel : pake telol

Abang : 2-0 (tertawa)

Anak kecil ini semakin jengkel. Padahal ia sudah mati-matian semalaman melafalkan nasi goreng dnegan benar. Sekarang ia terjebak saat mengucapkan telor. Tidak apa, Besok ia harus berhasil. Ia berjuang lagi mengucapakan telor dengan benar.

Hari ketiga. Si Anak berjalan dengan yakin menghampiri tukang nasi goreng. Kali ini ia yakin sekali ia tidak akan gagal lagi.

Cadel : Bang, Nasi Goreng satu dibungkus. Pakai Telorr.

Abang : oh iya, siap. Telor nya di ceplok atau di dadar?

Cadel : didadal, eh, dadal

Abang : 😀

Si cadel langsung menyadari kesalahannya. Ia sangat malu. tiga kali ia ditertawai tukang nasi goreng. Namun ia tak pernah menyerah. Besok harus bisa membalas semua perlakuan jahat tukang nasi goreng.

Baca Juga :   Cerita Lucu : Akibat Menolak Petolongan yang diberikan Tuhan

Besoknya,

Cadel : Bang beli Nasi Gorreng satu dibungkus, pake telorr dadarr.

Abang : Hebat kamu del, bentar ya..

Tak lama kemudian tukang nasi goreng menyerahkan sebungkus nasi goreng pesanan anak kecil yang sering diledeknya cadel tersebut.

Abang : ini dek, 12.500

Cadel : (menyerahkan uang 13.000)

Abang : Berarti kembaliannya berapa dek? (siap-siap tertawa)

Cadel berfikir keras, ia tidak mau diledek lagi untuk keempat kalinya. Ia tahu ia belum bisa menucapkan Lima Ratus dengan fasih. Ia berfikir lama kemudian menjawab

Kembaliannya Gopek bang!

Tukang Nasi goreng kali ini digulung mentah-mentah.  Anak Kecil tersebut dengan bangga masuk rumah meninggalkan tukang nasi goreng yang kena skak-mat. Lucu ya 😀

~Cari Cara Lain~

Comments

comments

Share.

About Author

Undergraduated student from University of Indonesia. Tertarik pada ilmu perilaku dan manusia. Setiap manusia itu unik, hanya tak semua bisa mengerti dan menerima.

Comments are closed.